DEMOGRAFI

  1. Arti Demografi

  1. Arti dan Ruang Lingkup Demografi

Dalam kamus umum Bahasa Indonesia edisi Balai Pustaka, Demografi berarti ilmu kependudukan: ilmu tentang susunan, dan pertumbuhan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau lukisan berupa statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik.

Demografi berasal dari kata demos, artinya rakyat atau penduduk dan graphien berarti mencitra, menulis, melukis atau gambaran tentang penduduk pada suatu Negara atau wilayah.

Istilah demografi pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli statistic Perancis yang bernama Archile Guillard. Dalam kertas kerjanya berjudul “Elements do statistique Humaine au demographie Compare” tahun 1855, sehingga beberapa sarjana demografi pada decade berikutnya mengatakan pengertian demografi dengan lebih konkret dan logis.

Menurut beberapa ahli yaitu:

W. Barclay: Demografi memberikan gambaran nomeril dari penduduk yang dicerminkan oleh jenis-jenis statistic tertentu.

D. V. Glass: Demografi terbatas pada usaha untuk mempelajari pengaru proses demografi sebagai fertilitas, mortalitas, dan migrasi penduduk.

Namun, inti persoalan yang dipelajari dalam demografi itu sendiri semuanya hampir sama, bahwa Demografi adalah ilmu pengetahuan yang secara kuantitatif dan kualitatif manganalisis penduduk mengenai jumlah, struktur, dan perkembangannya. Data yang diperoleh untuk keperluan demografi ini digunakan untuk menyusun perencanaan, dengan memberi gambaran penduduk atau masa yang akan datang dibandingkan dengan pada masa lampau. Data yang diperoleh juga digunakan untuk pembangunan disegala bidang seperti: bidang pendidikan dan bidang-bidang lain yang memerlukan data khusus demografi ini. Data demografi tentang jumlah penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin yang sangat diperlukan dalam kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah pusat, dan daerah.

Sumber data demografi yaitu:

  1. Hasil sensus (biasanya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik sebagai keperluan-keperluan formal seperti: pemilu)

  2. Hasil survey mengenai penduduk, dilakukan dari tingkat satuan terkecil seperti RT.

  1. Transisi Demografi

Transisi demografi merupakan suatu proses perubahan atau peralihan dari tingkat kematian dan kelahiran yang tinggi sehingga menjadi tingkat kematian dan kelahiran yang rendah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah:

    1. Faktor demografis

      1. Umur perkawinan pertama

      2. Pemakaian kontrasepsi

    2. Faktor non demografis

      1. Sosial-ekonomi

      2. Biologis

  1. Migrasi

Migrasi merupakan salah satu faktor yang juga mempengaruhi dalam demografi suatu wilayah, migrasi sendiri berarti perpindahan penduduk yang dilakukan dari suatu daerah kedaerah lain.

Kegiatan migrasi dapat dibedakan, yaitu internal dan eksternal migration

  1. Internal migrasi, perpindahan penduduk dalam suatu wilayah Negara

  2. Eksternal migrasi, perpindahan penduduk antar Negara.

Apabila immigration lebih besar dari pada out migrasi, maka akan tejadi pertambahan penduduk dan begitu pula jika sebaliknya.

Factor-faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan migrasi penduduk:

  1. Ekonomi

  2. Social budaya

  3. Politik

  4. Keagamaan

  5. Kepadatan

  6. Geografis yang lain

  1. Penduduk

penduduk merupakan sekelompok orang yang tinggal dalam suatu wilayah atau daerah. Jika dikaitkan dengan gambaran penduduk Banjar dengan pengertian Demografi.

  1. Gambaran umum tentang suku banjar

  1. Jumlah

Penduduk Kal-Sel berjumlah…jiwa menurut data statistik Kal-Sel berdasarkan registrasi penduduk Kal-Sel akhir tahun 2007, jumlah penduduk laki-laki adalah 1.700.790, jumlah penduduk perempuan adalah 1.695.890 jadi total keseluruhan penduduk di Kalimantan Selatan adalah 3.396.680.

secara rinci sebaran jumlah penduduk Kal-Sel berdasarkan tabel:

Data penduduk Kalimantan Selatan tahun 2007

Kabupaten

Jenis Kelamin

Total penduduk

%

LK

PR

kabupaten

Tanah Laut

137 538

128 091

265 629

107,38

Kotabaru

135 766

136 234

272 000

99,66

Banjar

236 783

243 227

480 010

99,66

Barito Kuala

132 634

136 814

269 448

96,94

Tapin

75 704

76 373

152 077

99,12

Hulu Sungai Selatan

103 467

103 935

207 402

99,55

Hulu Sungai Tengah

122 645

119 544

242 189

102,59

Hulu Sungai Utara

105 890

108 301

214 191

97,77

Tabalong

93 264

97 736

191 000

95,42

Tanah Bumbu

108 964

112 340

221 304

96,99

Balangan

52 161

49 699

101 860

104,95

Ibu kota provinsi dan kotamadya

Banjarmasin

313 272

302 298

615 570

103,63

Banjarbaru

82 702

81 298

164 000

101,73

Kalimantan Selatan

1 700 790

1 695 890

3 396 680

100,29

Source : BPS – Statistik Kalimantan Selatan

Penduduk asli Banjarmasin adalah suku Banjar, yang terdiri atas Banjar Asli (tinggal di daerah kota) dan Banjar Kuala (tinggal di daerah pedesaan). Tidak ada data yang pasti Berapa persen masyarakat suku Banjar yang ada di Banjarmasin, tetapi ada yang memperkirakan sekitar 50 – 60%, sedangkan yang lain adalah suku pendatang. Suku pendatang yang paling dominan adalah suku Jawa (diperkirakan sekitar 30 – 40%), sedangkan sisanya dari bagian Kalimantan yang lain (Dayak), Sulawesi, Madura, Sumatera Indonesia Sanitation Sector Development Program.

  1. Pemukiman

Suku Banjar terdiri atas: suku Banjar Kuala dan Suku Banjar Hulu Sungai dengan penjabaran yaitu:

    • Banjar Kuala mendiami daerah-daerah Muara Sungai Barito, Banjarmasin, martapura, dan sekitarnya, biasanya dengan nada bahasa banjar yang agak lembut.

    • Banjar Hulu sungai seperti:

      1. Sungai Amandit

      2. Sungai Amandit

      3. Sungai Batang Alai

      4. Sungai Batangan

      5. Sungai Tabalong

      6. Sungai tabalong Kiwa

      7. Sungai Tabalong kanan

Sungai-sungai ini mengairi daerah Kalimantan Selatan dan ditepi-tepi sungai tersebut terdapat konsentrasi pemukiman penduduk terutama suku Banjar.

  1. Penyebaran Penduduk Banjar

Sesuai dengan keadaan geografis daerah kalsel yang banyak sekali sungai-sungainya, dan pemadatan penduduk yang bermukim dimuara-muara Sungai, jadi tidak diherankan dari zaman dahulu sudah mengenal pelayaran dan perdagangan, suku bangsa Banjar sudah terkenal sejak dahulu sebagai suku bahari, jiwa pelacut dan juga pedagang yang sudah lama dimiliki oleh orang Banjar, yang menyebabkan suku Banjar banyak tersebar ke provinsi di Kalimantan dan kata-kata lain di Indonesia baik sebagai pedagang maupun pengusaha.

  1. Hubungan penduduk asli dengan pendatang

Pandangan penduduk asli terhadap mereka para pendatang biasa saja, maksudnya mereka menganggap sama dengan mereka, saling menghormati satu sama lainnya. Dan, saling tolong-menolong yang menjadi tradisi yang terus dipertahankan oleh orang Banjar, hubungan perkawinanpun antara kedua jenis penduduk tersebut dianggap biasa saja, maksudnya tidak dianggap lebih buruk ataupun lebih baik, asalkan saja dianggap satu keyakinan dalam beragama.

  1. Latar Belakang Sosial-Budaya

  1. Latar Belakang sejarawan

Suku Banjar adalah penduduk Kalimantan Selatan yang secara historis sebenarnya adalah hasil pembauran yang lama antara suku bangsa Melayu tua (proto Melayu) yang mula-mulanya mendiami daerah ini, dengan suku-suku bangsa yang dating kemudian yaitu melayu muda (deoteru melayu) yang kemudian mendiami daerah pantai dan tepian sungai besar.

Kemudian datang unsur Melayu dan Jawa (unsur Budha dan Syiwa), dengan sisa-sisa peninggalan berupa candi-candi maupun alat-alat persenjataan, lalu dating unsure-unsur islam dengan segala manifestasinya dibawah dinasti raja-raja Banjar dengan pusatnya di Kayu Tangi Martapura, sedangkan unsure-unsur Barat dan modern terutama diperkenalkan oleh Belanda terutama dalam bentuk ekonomi uang dan pendidikan Barat.

Dengan terjadinya perpaduan unsure-unsur tersebut dengan keadaan alamnya telah melahirkan kebudayaan Barat dengan unsur-unsur yang dominan, bahasa Banjar, Islam, Kebudayaan Sungai yang memberikan cirri khusus kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Banjarmasin, dan menjadi cirri khas dari masyarakat Banjar.

Bahan Bacaan:

Salladien. 1980. Konsep Dasar Demografi. Surabaya: PT Bina Ilmu Surabaya

Syarifuddin, dkk. 1985. Pemilikan penggunaan Tanah secara Tradisional Daerah Kalimantan Selatan: Kalimantan Selatan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: