Mengenal kain-kain di Nusantara

OBSERVASI PAMERAN KAIN NUSANTARA

2.1 Hasil Observasi
Mengambil catatan dari benda-benda berupa kain yang di pamerkan di pameran yang bertajuk Kain Tradisional Nusantara yang diikuti 18 Propinsi di Indonesia dilaksanakan pada :
Waktu/ Tanggal : 23-29 Oktober 2008
Tempat : Museum Lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan (Banjarbaru)
Metode : Tugas individual, mengamati dan Tanya jawab
Hasil yang ingin dicapai : Rancangan observasi
Benda-benda yang menjadi objek pameran kain tersebut diantaranya adalah :
1.Museum Provinsi Kalimantan Selatan
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Sarigading
Bahan benang lawai, fungsinya dipercaya untuk menyembuhkan penyakit tertentu, asal Sungai Tabukan (Alabio) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
2.Sarung Pagatan
Bahan benang, ragam hias kuda bersayap dan berkepala manusia sebagai pakaian sehari-hari orang pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.
3.Kain Celupan
Bahan benang katun, fungsinya sebagai penutup kepala.
4.Kain Sasirangan
Bahan benang katun, ragam hias bayam raja/ raja balimbur, sebagai bahan baju wanita.
Mengenai proses pembuatan kain sasirangan inipun juga turut dipamerkan didalamnya yaitu: dari proses awal menyiapkan kain dari bahan katun putih polos, setelah itu kain dibuat motif dengan menggunakan pensil, setelah motif selesai dijahit jelujur sesuai motif, jenis benangpun harus yang kuat karena setelah proses penjahitan selesai (menggunakan tangan), maka benang ini tadipun kemudian ditarik hingga tak ada celah yang tersisa antar kain. Proses terakhir adalah pewarnaan. Untuk pewarnaan di jaman dahulu orang masih menggunakan pewarna tradisional seperti daun-daunan, kulit kayu maupun jenis akar-akaran. Sekarang untuk pewarnaan sendiri ada sebagian orang cenderung memilih pewarna pabrikan, selain mudah melakukkan pewarnaannya juga jenis warna yang beragam. Pembuatan kain ini masih ditekuni orang-orang banjar yang bermukim di Martapura dan Banjarmasin sendiri.
5.Selendang
Bahan benang sutra, dekorasi teknik hias ikat celup, hias motif tradisional naga balimbur, keistemewaannya karena motifnya yang langka dan pewarna yang cerah dan awet digunakan sebagai penutup kepala.
6.Sarung Sobbe Sumelang
Bahannya benang, digunakan untuk sarung wanita asal Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.
7.Kain Pungling
Bahan benang lawai, ragam hias kotak-kotak, fungsinya untuk membuat laung/ tutup kepala, kakamban (kerudung). asal Sungai Tabukan (Alabio) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
8.Kain Sasirangan (beda bahan)
Bahan geoegette, fungsinya sebagai bahan baju wanita.
2.Museum Provinsi Kalimantan Timur
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Ulap Doyo (Motif Lepak Kancing)
Bahan serat daun doyo, ragam hias tepaq lepa digunakan sebagai perlengkapan busana wanita pada saat berlangsungnya budaya adat.
2.Ulap Doyo (Motif Limar Tabuq Puncuq)
Bahan serat daun doyo, motif garis putus-putus, digunakan sebagai perlengkapan pakaian penari wanita dalam acara penyambutan tamu.
3.Ulap Doyo (Motif Sepatuq’n/ patung)
Bahan serat daun doyo, digunakan sebagai hiasan dinding.
4.Ulap Doyo (Motif Brabang)
Bahan serat daun doyo, lambang kemewahan digunakan sebagai perlengkapan/ pakaian adat/ pakaian penari wanita suku dayak benuaq.
5.Doyo Bura (Doyo Putih)
Digunakan sebagai alas duduk/ alas tidur.
3.Museum Provinsi Sulawesi Selatan (La Galigo)
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Selendang
Bahan kapas, ragam hias geometris, digunakan sebagai penutup kepala.
2.Gambara
Bahan kapas, ragam hias bunga dan geometris, sebagai penutup mayat.
3.Lipa Sa’be
Bahan benang sutra, ragam hias kotak-kotak dan sumpal, kain ini digunakan sebagai pakaian adat.
4.Tenunan Rongkong
Bahan kapas, ragam hias belah ketupat, tumpal (pucuk rebung) dan burung, digunakan sebagai penutup mayat.
4.Museum Provinsi Sulawesi Tenggara
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Halili Petonu (Blus kulit kayu)
Bahan kulit kayu, ragam hias taiganja dan belah ketupat, digunakan untuk sarana upacara (adapt penyembuhan penyakit/ balia), perkawinan, dan tarian tradisional.
2.Mbesa (Kain adat)
Bahan serat daun nenas, ragam hias motif tumpal dan orang-orangan, digunakan sebagai sarana upacara adat tanggal gigi (nokeso) dan berfungsi sebagai mahar.
3.Sarung Ponggala (Buya Sabe)
Bahan benang sutra, ragam hias kotak-kotak, digunakan untuk keperluanupacara adat dan penjemputan tamu.
5.Museum Provinsi Sulawesi Utara
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Tenun
Bahan benang katun, hiasan motif tradisional panatikan-bantik.
2.Blus
Bahan benang katun, hiasan motif geometris (kaiwu batola), digunakan sebagai pakaian resmi.
3.Selendang
Bahan benang katun, hiasan motif geometris (kaiwu batola), digunakan sebagai pakaian resmi.
4.Paporongkofo
Atau topi, terbuat dari serat nenas, digunakan dalam upacara adat.
5.Sekat Kufo
Lembaran sekat ini terbuat dari serat pisang, digunakan sebagai pembatas ruangan.
6.Museum Provinsi Sulawesi Tenggara dan Papua
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Tenun
Bahan kain katun, pembuatan motif dengan teknik cap, hiasan tradisional papua ini berupa patung dan binatang, digunakan sebagai bahan pakaian tradisional.
2.Kain Sarung
Bahan kain katun, hiasan motif rumpun bunga, jejeran miring, persegi empat dan belah ketupat, digunakan sebagai pakaian sehari-hari.
3.Kain Tenun
Bahan kain katun, Pembuatan motif dengan teknik cap, hiasan tradisional Papua ini berupa cendrawasiih dan tifa, digunakan sebagai bahan pakaian tradisional.
4.Kain Tenun (beda motif)
Bahan kain katun, hiasan motif lurus (lurik), digunakan sebagai busana tradisional.
7.Museum Sultan Mahmud Badarudin II (Provinsi Palembang)
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kemben Lawan
Digunakan sebagai pelengkap busana wanita pada waktu upacara mandi semburan.
2.Semage Selubung
Kain jenis ini digunakan khusus sebagai penutup jenazah pada saat disemayamkan di rumah duka.
3.Teretes Meder
Selendang songket ini dipakai oleh kaum ibu untuk mengikuti acara pernikahan khususnya yang menjadi besan/ upacara ngoonteng.
4.Bungo Pacik
Bahan dari benang sutra dan motif dari benang emas, kain songket ini dipakai khusus wanita keturunan arab, digunakan pada waktu upacara pernikahan/ upacara kebesaran lainnya.
5.Kemben Pelangi
Selendang jenis ini digunakan sebagai pelengkap busana wanita pada saat upacara nyumputi pengantin dan busana aesan gede.
6.Semage Pasatan
Kain ini digunakan khusus upacara kematian yaitu pada saat jenazah dimandikan sebagai basahan.
7.Bungo Cino
Kain songket jenis ini khusus dipakai oleh kaum wanita keturunan Cina, digunakan pada waktu upacara pernikahan dan upacara besar lainnya.
8.Kemben Pelangi Lawon
Selendang jenis ini digunakan sebagai pelengkap busana pengantin wanita pada waktu upacara pengantin balik / sudah tiba di rumah.
9.Kain Tanjung
Motif Dafros khusus digunakan untuk kaum pria sebagai busana upacara keduri.
10.kain Tanjung (beda motif)
Motif es lilin, dipakai kaum pria yang masih bujangan atau berkeluarga, digunakan sebagai pelengkap busana untuk acara keduri.
11.Lepus Binatang Bekandang
Digunakan oleh kaum ibu yang menjadi besan dan pelengkap pakaian wanita yang telah menunaikan ibadah haji.

12.Kain Tanjung Rompak
13.Kain khusus pria, digunakan sebagai pelengkap upacara keduri maupun busana stelan sewu rencong.
8. Museum Provinsi Jawa Tengah
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Motif pekalongan (motif Jelamprang)
2.Batik semarang
3.Batik semarang (motif Boketan)
4.batik parang barong
5.batik sidoasih
6.batik parang klitik
7.batik gringsing sekar jagat
8.batik sidoluhur
9.batik kawing
10.batik sidomulya
11.batik sida mukti
12.batik tuntum
13.batik jlamprang
Langkah-langkah pembuatan batik :

9.Museum Daerah Alor Provinsi NTT Seribu Moko
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Katafe Watola Gajah
Bahan kapas, motif gajah, manusia dan garis bergelombang, digunakan untuk pakaian adapt.
2.Kain Sarung Empat Lirang
Bahan benang kapas, ragam hias motif kali belah ketupat, bulatan-bulatan dan garis-garis lurus, digunakan untuk pakaian adat.
3.Kain Cawat
Bahan benang kapas, ragam hias motif tumpal, segienam, kali, atau garis lurus, digunakan untuk tarian cakalili.
4.Kain Sarung Tiga Lirang (Petula)
Bahan benang kapas, ragam hias motif belah ketupat, garis-garis lurus 9motif bentuk kulit bilar naga), digunakan oleh wanita saat mendampingi raja melakukkan lego-lego.
5.Kain Selendang Sanai
Bahan benang kapas, ragam hias motif moko (geometris), digunakan sebagai pelengkap pakaian kebesaran istri-istri raja pada acara kebesaran.
10.Museum Provinsi NTB
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Pesujudan (Destar/ sorban)
2.Kain Umbak
3.Tombe Songket
4.Kre Alang
5.Kain Subhanala
6.Kain Osap

11.Museum Provinsi Bali
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Cepuk
2.Kain Endek
3.Kain Selendang
4.Kain Beringsing
5.Kain Saput
6.Kain Songket
7.Kain Poleng
12.Museum Provinsi Jawa Timur (Mpu Tantular)
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain sarung tenun ikat timbul lilin
2.Kain sarung tenun ikat Borobudur
3.Kain panjang motif kerang
4.Kain panjang motif gajah oling
5.Kain panjang motif sekar jagat
6.Kain panjang motif sesik
7.Kain panjang motif sinandung
8.Selendang motif kembang
9.Selendang motif waluh
10.Selendang motif panjang lori
13.Museum Provinsi Kalimantan Tengah (Balanga)
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain Nyamu dan emah nyamu
2.Benang bintik motif bajakah balairt
3.Benang bintik motif batang garing
4.Benang bintik motif bajakan kakalawit

14. Museum Provinsi Kalimantan Barat
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain songket sambas
2.Sarung sulam aplikasi
3.Tenun songket
4.Baju rompi
5.Sarung songket aplikasi
6.Kain insang barantai
7.Selendang ikat
8.Selimut (puak)
15. Museum Provinsi Sumatera Selatan (Balaputra Dewa)
Memamerkan beberapa koleksi kainnya seperti :
1.Kain songket bintang cukitan
2.Kain songket pinggir pangkeng
3.Kain selendang songket janda berais
4.Kain gebeng
5.Selendang pelangi
6.Selendang songket lepas

16. Museum Provinsi Lampung Ruwa Jurai
1.Kain tapis kaca dan selendang
2.Tirai dinding
3.Kain tapis bintang perak (kain tapis sungkai)
4.Kain tapis bintang sekeber (kain tapis raja medal dan selendang)
5.Maduaro
6.Selendang dewangga

17. Sri Baduga
1.Kain panjang batik motif wadosan
2.Karembang
3.Kain panjang batik motif srintil
4.Redang batik motif merak
5.Selendang
6.Sarung bode
7.Tamaya motif kembang limus
8.Kain panjang motif lereng suntung
9.Sarung poleng
10.Selendang songket
11.Sarung batik motif bang biru
12.Kain panjang batik motif gambir seketi
18. Museum provinsi Yogyakarta
1.Kain batik kesit nanas
2.Kain batik kampah blambangan
3.Kain batik sidomukti granit
4.Kain batik grompol
5.Kain batik nogosari
6.Kain batik motif truntum keong
7.Kain batik truntum wahyu temurun
8.Kain batik kanthil
9.Kain batik taru pala

2 Balasan ke Mengenal kain-kain di Nusantara

  1. sentrabaju mengatakan:

    maju terus kain negri kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: