bahan final indonesia v

Bahan ujian akhir semester

(mengambil bahan dari UAS th 2008-2009)

By:Mahfuzah Hidayati

  1. Walaupun dalam periode/era demokrasi liberal (1950-1959) banyak terjadi krisis kabinet (pemerintahan tidak stabil), namun ada dua prestasi yang dicapai Indonesia dalam kiprahnya!
    1. Sebutkan dan jelaskan 2 prestasi tersebut!
    2. Bagaimana pemahaman anda tentang liberalisme itu? Jelaskan

Jawab:

  1. Adapun 2 prestasi pada periode demokrasi liberal yaitu:
  • Dalam negeri (Pemilu 29 September 1955)
  • Luar negeri/internasional (KONFERENSI ASIA AFRIKA (KAA) 18-25 April 1955 di Bandung)

Latar belakang Kaa: Benua Asia dan Afrika mempunyai banyak kesamaan baik letak, sejarah maupun nasib.

– Perdamaian Negara-negara didunia terancam akibat adanya pertentangan antara blok barat dan blok timur karena ada

beberapa bangsa dikawasan Asia-Afrika yang belum merdeka sepenuhnya.

– Negara-negara dikawasan Asia-Afrika yang sudah merdeka perlu menjalin kerjasamauntuk mengatasi masalahmasalah

pembangunan, ekonomi, sosisl, pendidikan &budaya.Konferensi-konferensi pendahuluan

Sebelum berlangsungnya KAA, perwakilan Negara Sri lanka, Indonesia, India Pakistan dan birma.

Tujuan KAA

1) Mejukan Kerja sama Asia-Afrika dalam berbagai bidang.

2) Memberantas diskriminasi dan kolonialisme.

3) Memperbesar peranan Negara di Asia-Afrikadi dunia Pelaksanaan KAA

KAA di laksanakan tanggal 18-24 April 1955 di gedung Merdeka Bandung. KAA di laksanakan oleh 29 negara yang

terdiri 23 Negara Asia dan 6 Negara Afrika.

Susunan kepengurusan KAA

Ø Ketua = Ali sastro amidjoyo

Ø Sekretaris = Ruslan Abdul Gani

Ø Ketua komote kebudayaan = M. Yamin

Ø Ketua komite Ekonomi = Prof. Ir. Roseno Peranan Indonesia dalam KAA

Indonesia sebagai pemrakarsa dan penyelenggara KAA.

Akibat-Akibat penting KAA bagi Dunia.

1) Berkurangnya ketegangan dan bahaya peperangan antara blok barat dan blok timur.

2) Peranan Negara Asia-Afrika sangat di butuhkan dalam setiap pengambilan keputusan siding umum PBB.

a.      Isi Dasasila Bandung

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat didalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar mahupun kecil.
  4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian mahupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.
  6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
  10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional
  1. Liberalisme berati

Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas, wikipedia.org

  1. Dalam era demokrasi terpimpin (1959-1966) presiden Soekarno memperkenalkan doktrin NASAKOM!
    1. Mengapa ide NASAKOM tersebut sulit diterima oleh bagian terbesar rakyat Indonesia? Jelaskan!
    2. Selain NASAKOM konsepsi-konsepsi apa lagi yang diperkenalkan oleh Bung karno untuk mendukung pelaksanaan demokrasi terpimpin itu? Jelaskan!

Jawab:

  1. Adapun alasan ide NASAKOM sulit diterima oleh sebagian besar rakyat Indonesia karena NASAKOM (Nasionalis-Agama-Komunis), sebagai pencerminan golongan-golongan dalam masyarakat yang tentu saja secara tidak langsung serupa seperti penggolongan di dalam struktur masyarakat agama Hindu dengan system kastanya, selain itu pula golongan nasionalisme dan Agama yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan golongan komunis saat itu, yang sebenarnya mempunyai pandangan yang bertentangan dengan pandangan komunis tak berdaya menentang karena bias dicap komunisthobi (takut kepada komunis).
  2. konsepsi-konsepsi yang diperkenalkan oleh Bung karno untuk mendukung pelaksanaan demokrasi terpimpin itu antara lain ajaran RESOPIM (revolusi, sosialisme Indonesia, pimpinan Nasional) yakni di dalam pidatonya memperingati hari ulang tahun RI 17 Agustus 1961 sosialisme hanya dapat dicapai melalui revolusi yang dikendalikan oleh satu pimpinan Nasional yaitu PBR (Pemimpin Besar Revolusi). Selain yang disebutkan diatas ada juga MANIPOL USDEK (Manipesto Politik-Undang-undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, kepribadian Indonesia), sebagai kitab suci dari demokrasi terpimpin.
  3. TRIKORA (Tri Komando Rakyat) menandai tahap baru dalam perjuangan pembebasan Irian Barat!
    1. Bilamana dan dimana Trikora itu diucapkan?
    2. Mengapa tempat dan tanggal tersebut yang menjadi pilihan?
    3. Apa alasan masing-masing pihak (Belanda dan Indonesia) untuk mengklaim Irian Barat?jelaskan!

Jawab:

  1. Adapun tertanggal 19 Desember 1961, diperintahkan Trikomando rakyat di Yogyakarta oleh presiden soekarno yang berbunyi sebagai berikut:

1)      Gagalkan pembentukan “Negara papua”bikinan Belanda colonial.

2)      Kibarkan sanga merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia.

3)      Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

  1. Dan Muh. Yamin lah yang memilihkan waktu dan tempat untuk menyampaikan komando itu 19 Desember  adalah permulaan serangan kedua (clashII) dengan pengeboman atas kota Yogyakarta di Maguro, dan kota Yogyakarta di pilih untuk mengenang usaha pengusiran Belanda dari Jakarta oleh Sultan Agung pada 1608-1629 berdasarkan pertimbangan bahwa peristiwa-peristiwa sejarah tersebut lebih menjiwai perjuangan pembebasan irian barat.
  2. Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun demikian, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda,[1] sama dengan daerah-daerah lainnya. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an. Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda.
  1. Jelaskan ciri-ciri pokok politik Luar negeri Indonesia pada era (periode)demokrasi terpimpin!

Jawab:

Adapun ciri-ciri pokok politik LN pada masa demokrasi terpimpin antara lain

Arah Politik Luar Negeri

a. Politik Konfrontasi Nefo dan Oldefo

Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. Saat itu Indonesia memberlakukan politik konfrontasi yang lebih mengarah pada negara-negara kapitalis seperti negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Politik Konfrontasi tersebut dilandasi oleh pandangan tentang Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces)

Nefo merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negara-negara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme.

Oldefo merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negara-negara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim).

Untuk mewujudkan Nefo maka dibentuk poros Jakarta-Phnom Penh-Hanoi-Peking-Pyong Yang. Dampaknya ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis.

b. Politik Konfrontasi Malaysia

Indonesia juga menjalankan politik konfrontasi dengan Malaysia. Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak setuju dengan pembentukan negara federasi Malaysia yang dianggap sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan Indonesia dan negara-negara blok Nefo.

Dalam rangka konfrontasi tersebut Presiden mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964, yang isinya sebagai berikut.

Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia.

Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk membebaskan diri dari Nekolim Inggris.

Pelaksanaan Dwikora dengan mengirimkan sukarelawan ke Malaysia Timur dan Barat menunjukkan adanya campur tanggan Indonesia pada masalah dalam negeri Malaysia.

c. Politik Mercusuar

Politik Mercusuar dijalankan oleh presiden sebab beliau menganggap bahwa Indonesia merupakan mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi Nefo di seluruh dunia.

Untuk mewujudkannya maka diselenggarakan proyek-proyek besar dan spektakuler yang diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan yang terkemuka di kalangan Nefo. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar mencapai milyaran rupiah diantaranya diselenggarakannya GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) yang membutuhkan pembangunan kompleks Olahraga Senayan serta biaya perjalanan bagi delegasi asing.

Pada tanggal 7 Januari 1965, Indonesia keluar dari keanggotaan PBB sebab Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

d. Politik Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok merupakan gerakan persaudaraan negara-negara Asia-Afrika yang kehidupan politiknya tidak terpengaruh oleh Blok Barat maupun Blok Timur.

Selanjutnya gerakan ini memusatkan perjuangannya pada gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan mencegah perluasan Perang Dingin.

Keterlibatan Indonesia dalam GNB menunjukkan bahwa kehidupan politik Indonesia di dunia sudah cukup maju.

GNB merupakan gerakan yang bebas mendukung perdamaian dunia dan kemanusiaan. Bagi RI, GNB merupakan pancaran dan revitalisasi dari UUD1945 baik dalam skala nasional dan internasional.

  1. Jelaskan arti konsep-konsep berikut ini!
    1. The Ten Principles of Bandung declaration
    2. M. S. A
    3. System Ali Baba
    4. UNTEA
    5. Kora boom

Jawab:

  1. Adapun arti konsep The Ten Principles of Bandung declaration adalah sepuluh ketentuan dasar yang merupakan hasil keputusan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.
  2. MSA=mutual Security Act atau UU kerjasama keamanan tanggal 15 januari 1952 antara menteri Subarjo dan Cochran, dubes AS di Jakarta. Di dalam pernyataan tsb terdapat ikatan atas kebebasan politik Luar Negeri RI, karena RI di wajibkan memperhatikan kepentingan Amerika Serikat pada kabinet Sukiman.
  3. Sistem ekonomi / Program Benteng yang diterapkan pada masa kabinet Natsir oleh Soemitro yang kala itu merupakan wakil Partai Sosialis Indonesia dalam kabinet Natsir (Masyumi).
  4. UNTEA, atau singkatan dari United Nations Temporary Executive Authority, adalah sebuah badan pelaksana sementara PBB yang berada dibawah kekuasaan sekretaris jendral PBB. UNTEA dikepalai oleh seorang yang diangkat oleh sekjen PBB dengan persetujuan antara Indonesia dan Belanda dan bertugas menjalankan pemerintahan Irian Barat dalam waktu satu tahun. UNTEA dibentuk karena terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda dalam permasalahan status Irian Barat, sehingga badan ini merupakan pengawas di Irian Barat setelah persetujuan New York.

Tugas-tugas pokok UNTEA:

  • Menerima penyerahan pemerintahan atau wilayah Irian Barat dari pihak Belanda.
  • Menyelenggarakan pemerintahan yang stabil di Irian Barat selama suatu masa tertentu.
  • Menyerahkan pemerintahan atas Irian Barat kepada pihak Republik Indonesia.
  1. No Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: